Situs contoh: Rumpun Hunian adalah bisnis fiktif untuk memperlihatkan kemampuan website. Pengembang, proyek, harga, dan orang di sini tidak nyata. Tentang situs ini

Uang tanda jadi (booking fee atau NUP) adalah pembayaran pertama dalam pembelian rumah, sering kali hanya beberapa juta rupiah. Karena kecil, banyak orang membayarnya tanpa memeriksa apa pun. Justru di tahap inilah kesalahan paling mudah terjadi. Berikut lima hal yang kami minta Anda periksa lebih dulu.

1. Rekening atas nama perusahaan

Transfer hanya ke rekening yang atas nama perusahaan pengembang (misalnya PT ...). Bukan rekening pribadi direktur, bukan rekening pribadi pemasar, dan bukan rekening agen. Konsultan kami tidak pernah menerima uang dari pembeli, dan kami akan menolak bila diminta. Bila Anda diminta mentransfer ke rekening pribadi "agar lebih cepat", itu tanda berhenti dulu.

Cocokkan nama penerima yang tertera di aplikasi bank dengan nama perusahaan pada dokumen pemesanan.

2. Kuitansi dan bukti pemesanan resmi

Minta kuitansi bermeterai atau bukti pemesanan resmi yang mencantumkan nama Anda, nomor unit, jumlah, tanggal, dan nama perusahaan. Simpan bersama bukti transfer. Pesan chat atau tangkapan layar saja tidak cukup bila terjadi perselisihan.

3. Ketentuan pengembalian tertulis

Tanyakan dan mintalah ditulis:

  • Bila KPR Anda ditolak bank, apakah tanda jadi dikembalikan, dan berapa banyak?
  • Bila Anda membatalkan sendiri, apa yang terjadi?
  • Bila pengembang yang terlambat atau gagal memenuhi janji, apa hak Anda?

Besaran pengembalian berbeda antar pengembang dan mengikuti perjanjian serta peraturan yang berlaku. Karena itu jangan mengandalkan penjelasan lisan, termasuk penjelasan dari kami.

4. Legalitas proyek

Sebelum membayar, minta lihat dokumen berikut dan baca tanggalnya:

  • Sertifikat induk dan atas nama siapa.
  • PBG (pengganti IMB) untuk proyek atau tahapnya.
  • Pengesahan siteplan.
  • Contoh PPJB yang akan Anda tanda tangani.
  • Bila ada, jaminan pembangunan atau rekening penampung.

Pemasaran rumah mengikuti peraturan tentang sistem PPJB. Pengembang yang memasarkan seharusnya bisa menunjukkan dokumen-dokumen itu. Bila jawabannya berputar-putar, itu informasi juga. Pada proyek inden, PBG yang masih dalam proses perlu dicatat sebagai risiko dan ditulis di perjanjian.

5. Kunjungan ke lokasi

Datanglah. Lihat jalan masuk, kondisi tanah, jarak ke stasiun atau gerbang tol, dan apa yang ada di sekitar. Bandingkan dengan peta dan foto di brosur. Hati-hati dengan klaim jarak dan waktu yang terlalu ideal; ukur sendiri pada jam berangkat Anda. Foto render bukan bangunan sebenarnya. Pada proyek yang sudah berjalan, tanyakan juga kepada penghuni sekitar tentang air, listrik, genangan saat hujan, dan sinyal.

Satu kasus untuk diingat

Dari waktu ke waktu ada berita tentang pembeli yang kehilangan uang muka karena serah terima gagal. Kami tidak menyebut nama perusahaan atau orang, tetapi pola yang berulang selalu sama: pembayaran terburu-buru ke rekening yang tidak jelas, tanpa dokumen yang bisa diperiksa. Lima hal di atas dirancang untuk memotong pola itu.

Daftar singkat untuk dibawa

  • Nama penerima rekening sama dengan nama perusahaan di dokumen
  • Kuitansi atau bukti pemesanan resmi
  • Ketentuan pengembalian tertulis
  • Salinan sertifikat induk, PBG, siteplan, contoh PPJB
  • Sudah melihat lokasi dan mengukur jarak sendiri

Tidak perlu lengkap sempurna pada hari pertama, tetapi semakin banyak yang terpenuhi, semakin kecil kemungkinan Anda menyesal. Kami senang menemani Anda membaca dokumen, dan kami tidak menyentuh uangnya.

Artikel ini informasi umum, bukan nasihat keuangan.